Sabtu, 27 Oktober 2012

Seharusnya Kita.

Harusnya kita seperti ini, menyapa, berbicara, membuat kia tersenyum, bercanda, merindukan kita. aku rasa kamu sudah menebak kalau kita sudah bahagia. dan tak ada kata kita tidak bahagia dalam jarak.

A: Selamat malam sayang, cukupkah waktumu untuk hanya sekedar merindu memutar kembali ingatanmu akan senyumku?
B: Hai selama malam sayang. hmm. sepertinya seharian ini waktu untuk merindukanmu tak perlu kau ragukan, karena aku tetap merindukanmu kok.
A: Bisa hubungi aku sebentar saja? Agar ponselku berdering dan senyumku mengembang. Atau, bisakah kau membalas pesanku? Ah iya, yang tadi berkata aku rindu. Kau akan berkata hal yang sama kan?
B: Bukankah tadi aku sudah menghubungimu, lalu kamu mau apa lagi. rindu sudah terobati bukan? dan aku sudah membalas pesanmu, dan bukankah isinya tentang kerinduan kita. apa aku terlalu lama membalasnya, maaf aku tadi sibuk.

A: Oh? Kau masih bersama kawan-kawanmu? Sepertinya mereka senang sekali 'merebutmu dariku'.
B: Aku? sama teman-temanku? enggak, aku di sini sendiri dan di sana ada kamu, oke malam ini aku khususkan untuk kamu kok. :)
A: Benar? Kau tak bercanda atau akan menghilang tiba-tiba kan?
B: Serius aku tak bercanda, apa aku harus bilang ciyuuuuss. ah aku tak ingin bercanda, iya aku di sini sendiri dan utk km di sana.  A: Hahaha kau membuatku merindukan tawamu. Seharusnya kita bisa berbincang seperti ini, bertatap muka seperti malam yang telah lalu. Ah.
B: Jangan kau tuliskan tentang "bertatap muka seperti malam yang telah lalu", ah itu akan membuatmu tertawa lalu menangis, karena pasti kau akan merindukanku secara mendadak.
A: Aku sudah merindukanmu. Bukan hanya hari ini, namun akan tetap dan terus seperti itu. Kau perasa tentang apa yang kurasakan bukan?
B: Aku juga merindukanmu, tapi caranya tak begini, aku suka pura-pura tak acuh karena aku tak ingin terpuruk karena rindu. Kau tahu? aku memang perasa dan aku selalu merasakan kalau kau merindukanku juga di sana. jangan buat ini semakin terpuruk keadaaanya sayang.
A: Kesibukanmu membantumu acuh. Bersyukurlah.
B: Maksudmu? bersyukur yang kau tuliskan ambigu bagiku. aku tak mengerti, jelaskan. 
A: Kau bisa sibuk dan lupa. Sedangkan aku? Aku tak pernah bisa memendam rinduku, adakah tergerak di hatimu untuk sekedar memperhatikan?
B: Kau pasti mengeluarkan "senjada andalan" dengan menggunakan alasan untuk menyerangku karena aku lupa dan senjata itu adalah aku terlalu sibuk Aku sibuk? iya. bukankah di setiap jeda yang aku punya, aku sempat untuk mengabarimu. sadarkah? 
A: Jangan memancing pertengkaran, dan jangan menyalahkan perasaanku yang terlalu sensitif karena merindumu.
B: Aku tak ingin memancing pertengkaran, setiap kata yg kita tuliskan bukan untuk kita. tp rindu dan emosi kita bukan? sadarkah?
A: Iya aku tahu, tapi janganlah perpanjang perdebatan ini. Aku... ah, telfonlah agar sesekali berdering ponsel ini karenamu. Terima kasih untuk semua rindu yang terbalas, terima kasih untuk semua rindu yang ikut kurasakan. Kau tahu? Berdebat itu tak selamanya buruk, terkadang juga bisa berakhir dengan percakapan manja dan keinginan untuk menjadi lebih baik.
B: Kamu tak perlu berterima kasih padaku, karena membuatmu tersenyum kembali, adalah tugasku. atas dasar karena kita saling memiliki bukan aku atau kamu yang mengalah, aku takut. suatu saat yang mengalah akan kalah. akan kalah. Iya aku tahu, karena setiap perdebatan ada masalah kecil yang ingin diselesaikan dengan bijak, tentunya perlu bantuan dari hati yang tenang, aku dan kamu hingga menghasilkan kita kembali, itu rumus cinta yang semua orang gunakan kok.
A: Aku perlu berterima kasih atas hadirnya dirimu di sisiku, aku menemukan jiwaku yang lain meskipun kau sedang berada jauh dari pandanganku. Tak ada kata lelah bagiku merindumu. Bahkan, aku ingin merasakannya terus, dan terus lagi.
B: Aku sudah bilang tadi, jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada Tuhan. karena Tuhanlah pertemukan kekurangan kita. Lalu kita melengkapi kekurangan dengan kita, itulah sederhananya cinta. membuat orang yang luka terobati, yang kurang untuk melengkapi. katamu yang terakhir tadi, bersabarlah, karena suatu saat aku pasti ada di sisimu. Jika aku atau kau sudah lelah menahan rindu, aku pasti nekat untuk menemuimu, karena aku tau ketika kita sudah mengeluh dan kita sudah lelah, itulah moment yang tepat untuk bertemu.
A: Aku berterima kasih padamu karena kau mau hadir melengkapiku, Tuhan mengirimkanmu, dan terimakasih kau sudah mau hadir.
B: Ah, kau banyak berterima kasih padaku, jangan puji aku. aku nanti terbang dan tertidur utk menemuimu. dan kau aku biarkan. 
A: ...
B: ...
A: ...
B: ...  
A: Kau masih terbangun? Ada untukku sebentar? Hantarkan aku kembali terlelap. Terlalu jauhkah jarakmu dari ponselmu? Aku tahu begitu kau mendapati ponselmu dengan pesanku yang tertinggal kau akan segera ada untukku. Entah, tenang saja rasanya mengirimkan pesan seperti ini. Meskipun entah kau membalasnya nanti ataukah sesegera ini.


"Sudahkah kamu membuatnya tersenyum hari ini, membuat dia tak mengkhawatirkanmu".

Entri


-> Ciye malem minggu, ciye galau-galauan.. :P
-> Apa yang sudah hadir dalam hatiku, tak mudah untuk dihilangkan, yang ada akan terus hadir. dan kau    
tetap ada.
->  Kurban apa ied kali ini? Kurban sapi? Kambing? Atau perasaan? 
-> Udah pada siap kan dikurbanin, kurban perasaan kangen. Hiih.. 
-> Merasa kehilangan dan menyesal, itu bukan jalan keluar untuk mengatasi kejenuhan. kesalahan itu pada kita, yg tak pandai menghargai. 
-> Menyepelekan satu hal, dan satu hal itu bisa membuat hubungan buyar, komunikasi
-> Kangennya gampang, nahannya susah. gimana bisa buat akur kalo yang satu kangen yang satunya lagi enggak.
-> langsung meneteskan air mata :'( bener" cerita gua banget :") 
-> Kerjaan anak LDR, kalo lagi malem liburan pas pacar gk ada kabar; nonton film, liatin photo pacar, stalking twitternya.
-> Bukan pacar yang sempurna, tapi pacar yang baik. karena baik jauh dari sempurna. :") 
-> Jangan ngomongin pacar, sensitif.
-> Ternyata longweekend yaa, terasa percuma aja kalo gak ada kalimat "ketemuan". 
-> Smart gak asik ah, lagi enak-enak internetan masa lelet. Mana i hate slow, mana???? 

Kamis, 16 Agustus 2012

No Cry!

guys malam ini tiba" melow, gue inget malam ini malam jum'at tapi apa sih hubungannya sama malam jum'at?" cuma gue yang tau. gue salah ngambil tempat tidur tumben-tumbenan tidur di bawah di kamar gue yang terpencil dan penuh dengan privasi" gue,ukuran kamar cuma 6x4 m, dengan pentilasi yang cukup besar berjajar di atas jendela gue, kaca yang berukuran besar di samping tempat tidur yang cuma berjarak 1 meter dari tempat tidur, meja belajar di kaki ranjang yang bersebelahan dengan pintu masuk. bener" udah gak bisa nahan air mata yang udah lama numpuk dan enggak gue keluarin, malam ini banjir bener" banjir air mata gue gak mengeras" meskipun suhu kamar gue udah NOL, seluruh tubuh udah ngebeku cuma air mata gue tetep deras membanjiri semua bantal". gue bener-bener gak bisa ngelupain yang namanya ex-lover! Perempuan dan lakinya selalu membayangi pikiran otak negativ gue sumpah belum nemuin pangeran charming yang bisa nolongin gue dari keterpurukan ini.
Tahukah kamu adalah lentera pandu di kala sesat mengadu menjadi langkah ketika jejakku terhuyung dalam gamang penopag hari"ku  atas khilaf masa lalu atas salah masa silam namun, senyummu bercerita tetang ada batas di antara rasa sungguh sepenuh hati aku mendambamu, aku mencintaimu yakinlah usah ragu bahwa kita punya rasa seirama seperti disetiap senja yang bercerita tentang kita apa adanya tentang langit, tentang pantai, tentang warna dunia yang semestinya karena hanya disetiap hadirmu kembali kusimpul setitk keyakinan dan diteduhnya senyummu ada keihklasan yang indah jangan biarkan kukembali kejurang kehampaan dalam kebisuan biarlah masalalu membeku, biarlah masa silam adalah cermin dan "persahabatan" adalah jembatan untuk sadari bahwa kita ada lagi kurajuk engkau yakinlah rasa kita satu, rasa ini nyata dan jika mencintaimu salah, jangan ajari aku apa yang semestinya biarkan dunia tau kamu milikku dan aku milikmu dan aku hanya ingin dirimu ada disetiap laju hidupku dan mengarungi semestamu dalam warna yang sudah kita miliki menuai setiap kerinduan dalam damai kehadiranmu menjadikan cinta ini menjadi cerita indh tentang kita separo jiwaku, aku mencintaimu ***i