Sabtu, 27 Oktober 2012

:D

1) Komunikasi : mungkin ini landasan suatu hubungan, terlihat dari bagaimana jarak yang di hadapi. Hubungan yang dekat kalau komunikasi kacau mereka tetep berantakan ko’ dan itu aneh.. padahal pasangan deketan yang kalau merem aja sudah nyampe depan rumah. Nah kalau LDR komunikasi itu bahan wajib dan harus ada . LDR komunikasi kacau itu banyak efek negatife yang timbul dari ke dua belah pihak. Bisa jadi pacar selingkuh padahal sibuk dengan bejibunya aktifitas pacar maka hargailah Komunikasi yang kamu bina dan jangan Menolak saat di telpon pacar. Saat dia sms sempatkan untuk kamu bales. Yang terpenting komunikasi jangan sampe terlewat deh, dan kalau kamu enggak kasih kabar sama sekali ke pacar, bahaya bisa-bisa dia galau sendiri ngobrol sama bantal ngomel-ngomel sama HP duhh miris banget deh..

2) Kepercayaan : nah ini Kata yang sulit kita praktekan dimana dia seutuhnya memberikan kepercayaan ke kita, tapi kita sering nyeleneh. Ibarat kata nih “Kepercayaan itu nyawanya hubungan jarak jauh” itu dari  Jarak hanyalah sebuah ujian seberapa besar cinta akan berjalan. atau jika melihat seberapa besar kepercayaan yang kamu berikan. Dan ini prinsip yang harus di pegang teguh buat menguatkan kadar iman saat kita berjauhan dengan dia.

Gak kangen apa?

gak kangen apa? ketika muterin lagu dan lagu itu ngepas banget sama hubungan kamu. dan pacar bilang 'ini lagu buat kamu'.

gak kangen apa? pas ketemu becanda bareng, suka ketawa engak jelas, suka liatin dia terus kalo lagi berduaan.

gak kangen apa ya, nyium kening dan dicium keningnya. :')

gak kangen apa? saat dimana pacar ngusap-ngusap rambut kamu dan kemudian ada kecupan di kening.

gak kangen apa? pas dipegang tangannya terus tangannya dicium.

gak kangen apa, pas kita pisah di terminal/bandara/stasiun terus di sana kita nangis bareng, sampe diliatin banyak orang. terus kita ketemu di sana lagi. akhirnya aku sanggup nunggu kamu loh. sanggup nunggu, dan makasih yaa udah sempetin dateng ke tempat aku, jauh-jauh. kamu relain sisihin uang jajan, capeknya kerasa. :")

Gak kangen apa, dulu kita nonton bareng, yang aku tau. pas ngantri bareng kamu. itu kerasa banget moment kita berduanya, kerasa pas kita ngobrol lamanya. Ah, aku kangen kamu.

Pernah enggak?

Pernah enggak, kamu berniat melupakan orang yang memang sulit untuk kamu lupain dan itu orang kamu sayangi, keberadaanya jauh di sana?

Pernah enggak, kamu sedih bahkan nangis atau ketawa dan seneng banget cuma karena pesan singkat yang kamu terima dari dia?

Pernah enggak, kamu bliang "aku udah gak sanggup lagi nunggu kamu" kepadanya. tapi, dia tetep bersikukuh ngeyakinin kamu?

Pernah enggak, kamu merindukan sosok dia yang dulu dan pada akhirnya dia tetap berbeda dengan dia yang dulu, apa kamu masih nerima dia dengan dia yang sekarang?

Pernah enggak, kamu merasa kalau kamu sendiri kurang mengerti dan menerima keadaan pacar kamu di sana?

Pernah enggak, kamu nuntut ke pacar kamu untuk jadi-ini-itu, hingga akhirnya kamu kesal sendiri karena tuntutan kamu gak terturuti?

Pernah enggak, kamu nangis-sedih karena enggak sengaja mendengarkan satu atau dua lagu yang isinya tentang kamu dan dia?

Pernah enggak, kamu ke tempat yang biasa kamu sama pacar kamu kunjungi pas lagi ketemuan, dan memang kamu niatin, karena kenangannya membuat kamu seakan sama dia?

Pernah enggak, kamu mendadak bilang "jenuh" dan akhirnya dia bela-belain dateng ke tempat kamu, dan mendadak jenuh yang kamu rasa itu menghilang?

Mungkin pertanyaan tadi bukan kepo, tapi menyadarkan kamu. Betapa banyaknya kenangan yang kamu buat dengannya, dan itu buat kamu ragu untuk menyudahi hubungan ini. semua hubungan pasti punya rasa jenuh, tapi semua bisa di atasi bukan dengan kata putus, kata terakhir untuk mengobati kejenuhan adalah "pertemuan", jika tidak bisa bersabarlah. karena pertemuan itu bukan kamu-dia yang menentukan, tapi waktu yang menentukan sebuah pertemuan, bersabarlah. 

Notes: Di komentarin yaa

To not Blame Us.

Untuk meghargai rindu, terkadang ada beberapa waktu luang yang sering digunakan untuk mempermasalahkan hal-hal yang kecil, seperti childish-nya kita. mungkin, kita terlalu sering "ribut" saat waktu-waktu yang tidak tepat, saat kita memiliki waktu yang sedikit untuk menghubungi pacar, dan pacar sudah kalut akan kerinduannya, dan sering kita malah disalahkan karena tak pernah merindukannya. 

A: Ada banyak conversation singkat yang baru kita pahami maknanya setelah kejadian itu sudah berlalu lama. Penyesalan muncul di situ.
B: Setelah kau menyesal, kau bukan berniat berubah melainkan kau masih tetap mempermasalahkannya kan?
A: Memangnya ada di dalam dirimu sedikit saja waktu untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi di antara kita?
B: Maksudmu? aku tetap merenungkannya, dan aku sudah merasa bersalah dan akan ku rubah segala kesalahanku yang lalu. tapi, kau tak melupakannya, memaafkannyapun tidak. mempermasalahkannya sih iya.
A: Jangan salahkan aku dengan keadaanku yang sudah serba salah ini. Kau memperhatikan kesalahanku saja. Ah.
A: Jangan anggap aku menyalahkanmu, dan aku memperhatikan kesalahan-kesalahanmu. aku peduli denganmu, kau salah menilai.
A: Salah lagi kan aku dimatamu? Entahlah.
B: Aku sama sekali tak menyalahkanmu, aku peduli denganmu, kau masih saja salah menilai aku. aku peduli karena aku sayang kamu.
A: Aku tak tahu harus bersikap seperti apa, rindu pun sepertinya salah.
B: Kau bisa menjaga sikapmu sendiri, kau fikirkan saja. aku tak selalu menyalahkan kerinduanmu, yang terpenting adalah kau bisa mengontrol rasa rindumu itu saja. 
A: Anggapan kita tentang rindu memang sudah tak sesama seperti dulu lagi. Sudahlah, aku ingin tenang sebentar. Siapa tahu rindu ini bisa hilang. 
B: Dan kamu selalu menanggap aku sudah berubah. terserah, aku masih di sini dan tetap di sini yang hatinya berisikan namamu. 
B: Kapan kau bisa menenangkan kerinduanmu, yang aku tahu. berdiam diripun sama saja, tetap menyiksa kan? 
A: Aku tak bisa menenangkan rinduku sendiri. Itu saja.
B: Bukan kau tak bisa, tapi kau tak mencobanya. dan selalu gagal. coba sini sayang, aku bantu untuk menenangkan rindumu itu.
A: Aku tak bisa menenangkan rinduku sendirian. Kurang jelaskah bagimu? Aih. 
A: Iya, kau tak bisa menenangkan rindumu. sudah jelas. dan lebih jelas lagi kalau rindu ini selalu menjadi masalah.
A: Kau masih tak paham aku butuh kamu? Aku tidur ya. Selamat malam :) 
B: Yakin kamu mau tidur? yakin kamu bisa nahan kangen sampe tidur? tanpa ada suara aku , sekedar mengucapkan "Selamat tidur".
A: Entah sampai kapan kita terus-menerus menyalahkan masing-masing, padahal dulu tak pernah kita begitu. 
B: Keseringan berantem, bakal nemuin titik jenuh. dan di situ kita selalu nyari kesalahan2 yg gak mesti dipermasalahkan. 
Terjajah; kangen, emosi, dan rasa egois. beginilah cara kita menghadapi jarak yang memperumit hubungan, itu yang dinamakan ujian. Sering kali, kangen selalu mendramatisir keadaan, kadang memperumit keduanya. selalu yang disalahkan jarak dan penyesalan. Dan memang disitulah, kita benar-benar diuji;
  • Untuk tidak menyalahkan jarak.
  • Untuk tidak menyesal telah menjalani hubungan dengannya, karena berjauhan. 
  • Untuk benar-benar tidak mempersulit keadaan, yang sudah benar-benar sulit.