Senin, 21 Februari 2011

Love $tory

Saya menyukai dia.. 
Tapi, Dia tidak menyukai saya..
Dia menyukai saya..
Tapi saya tidak menyukai dia..
Kita saling sama sama suka..
Tapi, Kita selalu berbeda..
Jarak yang memisahkan kita..
Semakin Menjauhkan Semuanya..


Aku cuma pura pura
Dan kamu juga mendua
Kita berdua saling berbohong
Dan kita sama sama pembohong

Rabu, 09 Februari 2011

Green Apple




Ini Apel warna ijo..
Diliat dari warnanyasih bagus, mulus and seger... Tapi ada Tapinya nie,, :( Rasanya Itu Lho... "asuuuuuem Buangatt.."Mungkin Kaya Orang yang ngasinya x ya Asem.. "wew":b Dari rasa aja uda asem. Pasti kisah cinta gua juga ASEM.."Hufh kenapa Dulu gak Nolak ajja ya dia mau ngasi apel itu"dasar Bego" Tu apel gua simpen di Lemari tempat Makan gua.Eeeeeh selama 2 hari tu apel belum di makan tu apel.
Ngasinya jg cuman 2 Pas banget ama tanggal jadian dua desember 2010
and pas banget di tanggal 20 januari 2011. selama 2 hari dia ga ngasi kabbar ke gua..
Hah 5W+1H nie mah :(
Dan......bagaimana Kelanjutan buah apel itu y?" Pastinya uda gua Makan tu apel sampe abizzzz...Coz Gua kelaperan siiiiiih hahahay... "kasian Banget ya Gue" meskipun tu apel asem nya minta ammpuuuun.uda ga enak asem pula..

Apa hati orang yang ngasinya jg asemm...?

Bersambung dulu ya.. ahiihihihihi....

__________________________________________________________

NB----> kalo ada jawaban yang tepat Coment jj ya hahaha..








Kamis, 09 Desember 2010

Menakutkan




Mereka datang di saat Mereka Butuh..
Dan dimana akku membutuhkan mereka
Tidak ada yang peduli sama Gw..
Papah mamah aku sakit akku Lemah 
Akku butuh kalian
Disini sepi tiada teman
Akku takut 
Akku ingin pergi
Ingin pergi
Dari tempat yang menakutkan ini.

Jumat, 17 September 2010

Resensi Novel Ayat Ayat cinta




RESENSI : AYAT AYAT CINTA
Agustus 22, '05 7:26 PM
for everyone
JUDUL : AYAT AYAT CINTA
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit Republika
Hal: ix + 418
Peresensi: Diansya


Penasaran sekali dengan novel ini. Apa sih isinya? Dan seperti apa? Sampai heboh dimana-mana. 


Awal baca, aku sedikit menyalahkan beberapa orang yang meresensi. Masa seperti ini novel sih? Kupikir malah terlalu banyak teori. Belum lagi istilah-istilah asing yang sangat banyak. Semakin membaca, istilah asingnya semakin banyak, ada Arab, Jerman dan Inggris hi..(kalau Inggris sih, dasar sayanya yang emang minimal banget). Jadi kepikir kalau aku nulis istilah nihonggonya kebanyakan, emang bener, bakalan banyak diprotes orang.
Tapi bukan berarti tidak menarik. Kurasakan perasaan yang sulit diungkapkan, membaca di zaman seperti ini, ada orang yang haus ilmu. Mengaji pada seorang ustadz. Dengan jarak puluhan kilometer, ditempuh dalam waktu tidak sebentar. Sungguh, itu sebuah kabar yang jarang sekali kudengar. Biasanya adalah menceriterakan kisah salafushsholih saat menuntut ilmu. Tapi ini dijaman sekarang? Apalagi itu dilakukan dalam keadaan terik matahari musim panas di Mesir yang mencapai 40 derajat lebih. Subhanalloh. Eh, aku justeru nangisnya di sini. Di belakang-belakang saat adegan-adegan ‘novel’ kok malah ga keluar air matanya ya? Menurutku sih kisah percintaannya biasa-biasa saja.
Ada juga saat menceriterakan mimpi Fahri saat bertemu dengan Ibnu Mas’ud. Membuat perasaan saya ikut mengharu-biru.Tidak salah memang kalau novel ini disebut novel penggugah jiwa.

Ada memang beberapa yang kulompat membacanya. Gimana ya, terlalu ilmiah yang menuntut untuk berpikir. Tidak beda dengan membaca buku fiksi, dan yang pasti karena nggak sabar dengan cerita yang dibilang orang-orang seru. Mana sih adegan empat orang wanita yang mencintai Fahri ini?

Di pertengahan lebih buku itu, aku baru merasa membaca novel. Adegan demi adegan mengalir bagus. Kisah Fahri yang ingin menikah, kemudian ada perang batin di saat-saat memutuskan untuk menikah, karena ada wanita lain.
Ada adegan-adegan sepasang pengantin baru disini. Kata pengantarnya, jadi benar-benar seperti novel asmara (ah, apakah novel asmara harus seperti itu??) Saya membayangkan bila belum nikah, baca itu rasanya mungkin risih juga...

Selanjutnya ada adegan dalam penjara Mesir saat Fahri dipenjara. Itu juga mengingatkan saat-saat para ulama dipenjara.

Tak jauh dari masalah keluarga dan wanita. Poligami. Dengan siapa?? Baca aja sendiri he..Happy/sad ending yah novel ini? Akhir cerita memang syahdu, tapi rasanya bukan sad ending. Karena setelah itu rasanya Fahri bahagia bersama isterinya.

Akhirnya, buku ini (bukan novel he..) bisa dibaca oleh semua orang. Bagi yang masih kurang menyukai novel, buku ini tidak melulu adegan-adegan kehidupan seperti novel-novel pada umumnya. Banyak sekali ilmu di dalamnya. Dalam dunia penulisan, seringkali dibilang kalau bisa jangan terlalu “ini ibu Budi” sekali dalam menuliskan hikmah. Namun dalam buku ini tidak hanya “ini ibu Budi..” bahkan banyak dalil-dalil didalamnya Mulai dari masalah pandangan wanita dalam Islam, pergaulan dengan non muslim dan banyak lagi. Namun saya merasakan tidak digurui. Mungkin karena dalam konteks ini malah justeru kelihatan ilmiah.
Dan bagi yang masih malas membaca buku-buku yang ilmiah, buku ini juga cocok karena dipadukan dengan kisah yang sangat menawan.
Hemmm...intinya sih, saya puas baca buku ini. Bagus.
 ___________________________________________________________________________________
Prev: Belajar dari Dia
Next: Cerita Bersambung